ERICK'S SAD ENDING CHAPTER 1

ERICK'S SAD ENDING CHAPTER 1
Cast : 1. Erick Vandergh
2. Yuna
3. Derry
4. Laura
Genre : Sad romance
===========================================================================
Matahari pagi menembus setiap celah kegelapan yang sudah mengakhiri sang malam, awan hitam mulai memudar dan menampakan langit biru yang cukup cerah, sama hal nya dengan setiap kehidupan di bumi yang akan kembali memulai keseharian mereka, lampu jalan mulai padam, di susul dengan satu persatu kendaraan yang berlalu lalang, orang-orang terlihat memenuhi halte bis untuk karyawan begitupun dengan bis umum, di tengah kegiatan pagi para penduduk bumi, jauh di langit sana terdengar sedikit gemuruh yang berasal dari sebuah pesawat yang berasal dari jerman yang hendak mengantarkan penumpangnya menuju bandara soekarno-hatta, waktu menunjukan pukul 09.45 pagi saat pesawat itu mulai mendarat, terlihat beberapa penumpang yang keluar dari bandara dan pergi dengan tujuan masing-masing, satu dari penumpang pesawat itu adalah seorang pria yang terlihat masih muda dengan tampilan santai, ia menggunakan jeans dan kaos yang di sempurnakan dengan topi abu-abu yang sewarna dengan kaosnya, ia membawa sebuah koper dan tas gendong dan dengan earphone di telinganya pemuda itu berjalan santai ke arah sebuah taxi yang ada di luar bandara.
Melihat calon penumpangnya ini berwajah bule, sang supir menyapanya dengan bahasa inggris yang ia bisa,
"good morning sir, where you go?" ucap supir itu dengan senyum ramah di wajahnya. Tapi pemuda itu malah tertawa mengetahui supir taxi itu agak sulit mengucapkan kalimatnya.
"hahahaha, bapak ini pintar sekali menyesuaikan bahasa dengan wajah calon penumpang" ucapnya.
sang supir yang agak terkejutpun membuka pintu bagasi dan memasukan koper serta tas gendong yang pemuda itu bawa "rupanya tuan ini bisa bahasa indonesia, mau saya antar kemana? tanyanya.
"Bandung, tolong carikan hotel di sekitar gedung sate ya pak" ucap pemuda itu dengan wajah ramah.
Sepanjang perjalanan pemuda itu terus mengoceh dengan sang supir taxi, seolah ia ingin memamerkan bahasa indonesia yang ia kuasai sedangkan sang supir hanya mengangguk dan kemudian bertanya
"oh iya kalau boleh tau siapa nama tuan dan ada tujuan apa tuan datang jauh-jauh ke bandung dari jerman?"ucapnya.
"Erick, nama saya erick pak, haha saya ke bandung karena ingin makan sate dan nasi timbel"saut erick sambil terus bercanda dengan supir taxi itu.
Setelah sampai di sebuah hotel bintang 5, erick memasuki kamarnya lalu berbaring dan menerawang jauh ke alam sadarnya, ia menghela nafas panjang seolah mengeluarkan rasa lelahnya setelah melalui perjalanan panjang dan segera setelah itu ia menutup matanya dan terlelap, beberapa hari berlalu dan erick menghabiskannya dengan berkeliling di sekitar bandung, makan semua makanan khas yang ada, lalu memotret semuanya dengan kamera digital yang ia miliki, ia sesekali mengajak ngobrol salah satu pedagang kaki lima yang ia datangi dan tak jarang para wanita di tempat itu berdecak kagum dengan ketampanan yang erick miliki yang sudah tentu biasa bagi seseorang yang lahir di jerman, erick hanya tersenyum dan kembali berjalan menyusuri setiap sudut kota.
================ERICK POV===============================
Aku sangat bahagia bisa datang ke negri ini sering kudengar dari kawan-kawanku yang kuliah di jerman bahwa Indonesia bagaikan syurga, itu cukup membuatku penasaran untuk melihat langsung ke tempat ini dan ternyata memang benar, kawah putih, lembang, gunung tangkuban perahu, gedung sate, ciwidey, dan masih banyak lagi yang ku datangi dan itu begitu mengesankan, aku bahkan belajar bahasa indonesia selama 2 tahun belakangan ini, orang indonesia sangat ramah terutama pada tourist asing sepertiku, hahaha rasanya seperti bintang film saja aku yang hanya anak seorang bussiness man yang selalu sibuk bahkan untuk merayakan ulangtahun putranya itu disini aku bak idola yang di kagumi.
Saat aku bilang pada ayahku akan pergi ke indonesia dia sedikit terkejut, mungkin karena baru kali ini aku pergi sejauh ini sendirian tanpa asisten dan supir pribadiku, tentu saja itu semua akan merepotkanku. Aku hanya ingin mencoba bebas dari keseharianku, tapi ayahku tentu tidak ingin membiarkanku, dia menyuruhku untuk sekalian mengurus perusahaan cabang yang ada di indonesia dan dalam 3 bulan ini aku harus membuatnya terhenti dari gulung tikar, benar-benar ayahku ini sulit di ajak kompromi, saat hendak menuju perusahaan itu aku memakai bus umum supaya tidak ada yang tahu bahwa aku adalah anak pemilik perusahaan itu dan hanya pengunjung asing yang ingin berwisata, tapi sebelum sampai bus yang kunaiki malah oleng dan menabrak trotoar jalan, hingga menyebabkan keramaian di tengah jalan, semua penumpang panik dan bahkan ada yang pingsan, aku yang juga shock akan kejadia itu langsung mencari jalan keluar dari bus yang posisinya kini sudah tidak dalam keadaan normal, tapi aku merasakan sesuatu menyentuh kakiku, seperti sebuah tangan yang berlumur darah "woaaaaahhh!!!" aku kaget saat melihat seorang gadis terperangkap di kursi penumpang dengan tangannya yang terjepit dan tergores kaca.
"to..tolong saya" ucap gadis itu dengan suara dan kesadaran yang mulai melemah, aku menolongnya sebisaku dan membawanya keluar bersamaku , setelah sampai di rumah sakit aku hendak pergi setelah mengantarkan gadis yang ku tolong tadi, dokter berkata bahwa ia baik-baik saja, dan perawat sudah menghubungi keluarganya hingga aku agak lega dan bisa meninggalkannya.
Aku sampai di perusahaan ayahku dan bertanya-tanya pada karyawan yang bekerja di sana, dan dapat di simpulkan bahwa perusahaan itu memang sudah tidak dapat di tolong lagi akibat managemen keuangan yang parah, kurasa akibat penyelewengan manager keuangan yang di ceritakan ayahku, aku kemudian melaporkan segalanya pada ayahku, dan ia menyuruhku untuk berhenti dan segera kembali ke jerman untuk membantunya. Sebulan telah berlalu, dan aku berniat untuk pergi meninggalkan indonesia dan kembali ke jerman, tapi sesaat sebelum itu terjadi aku tidak sengaja bertemu seorang gadis yang wajahnya pernah ku lihat beberapa minggu lalu, ya, dia adalah gadis yang sama yang ku tolong di bis saat itu, ia terlihat sedang makan siang di sebuah kedai sate di dekat alun-alun bandung bersama teman-temannya, ada yang terjadi saat aku mengantarnnya ke rumah sakit dan terjadi kembali saat aku melihatnya lagi, dan itu adalah hatiku yang berdegup tidak seperti biasanya, aku berdiri dari jauh memperhatikan gadis itu yang asyik bersenda gurau dengan kawan-kawannya, kakiku mendekat ke arahnya, lalu duduk tepat di kursi yang berada dekat di belakangnya, setelah memesan minuman aku hanya diam, setelah beberapa saat salah seorang temannya mengajaknya untuk pergi dari tempat itu "yuna, setelah ini kamu kemana?" tanya salah seorang temannya.
"Aku ada kelas sore nih, jadi aku langsung ke kampus" jawab gadis itu.
Yuna, nama gadis itu adalah yuna, entah kenapa ada rasa penasaran sejak awal aku melihatnya, ada rasa ingin mengenal lebih jauh lagi, ada rasa ingin mengikuti langkahnya, huhh aku bahkan tidak mengenalnya, dan tidak pula harus berurusan dengannya, jadi aku memutuskan tidak melanjutkan langkahku untuk mencari tahu tentangnya, dan aku akan pulang ke jerman.
================ERICK POV END==============================
Setelah agak bingung, akhirnya erick memutuskan untuk pulang ke jerman, hari ini ia telah memesan tiket pesawat dan mengemasi barang-barangnya, ia menelpon taxi dan pergi menuju bandara, di tengah perjalanan terjadi kemacetan yang padat hingga akan sulit untuk sampai di bandara tepat waktu, erick tertawa dan menenangkan supir taxi yang sudah kesal karena macet ini, ia bilang bahwa ini pengalaman unik yang ia alami karena di negaranya tidak pernah terjadi kemacetan seperti ini.
Jalan mulai lengang dan taxi yang di naiki erickpun melaju kembali dengan kecepatan normal, tapi saat hampir sampai di bandara tiba-tiba taxi berhenti dan sontak membuat erick terkejut, "ada apa pak?" tanya erick. "ada yang menghalangi jalan tuan, sepertinya mobil di depan mogok" jawab sang supir yang kemudian hendak kembali melaju tapi, kemudian di hentikan oleh erick "tunggu pak, kasihan nona itu, kebetulan saya ngerti mesin haha" ucap erick santai lalu keluar dari mobil dan menghampiri pemilik mobil yang terlihat kesal dengan mobilnya. "ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya erick. Gadis itu menoleh perlahan dan melihatnya
#DEGHH jantung erick terasa akan jatuh dari tempatnya saat melihat wajah gadis itu, ia adalah yuna.
"iya, mobilku mogok sedangkan aku harus sampai di rumah temanku untuk menghadiri pemakaman ibunya" jawab yuna"Aku berniat membetulkan mobil nona, tapi karena ini mendesak apa kau mau menumpang di taxi yang ku naiki, biar aku mengantarmu ke tempat itu dan kau bisa menelpon montir untuk membawa mobil ini". ucap erick.Yuna yang sudah tidak ada waktu menerima solusi dari erick dan pergi dengan taxi bersamanya.
Sesampai di rumah temannya yuna menahan erick untuk pergi karena ia harus berterima kasih kepada erick dengan mengajaknya makan di sebuah restoran, entah kenapa erick lupa segalanya, mulutnya seolah terkunci dan hanya mengangguk pada permintaan yuna, ia meminta supir taxinya untuk mengantarkan barangnya kembali ke hotel, dan mengikuti yuna ke pemakaman ibu dari temannya, setelah selesai teman yuna memeluknya dan berterima kasih karena telah hadir untuk menghiburnya. "terimakasih yuna" ucap temannya, dan ia melihat erick di belakang yuna dan mengira bahwa erick adalah kekasih yuna. "apa dia pacar barumu? wah sekarang kau menyukai bule ya, terima kasih telah mengantar yuna kesini, saya laura" ucap gadis itu sambil menyodorkan tangannya pada erick untuk berjabat tangan, erick tersenyum dan membalasnya "saya erick, senang bertemu denganmu" ucapnya.
Laura mengajak yuna dan erick untuk minum teh dulu sebelum pergi, di rumah laura terpampang foto keluarga laura, laura hanya tersenyum sendu melihat foto ibunya yang meninggal karena kanker darah.
Erick yang merasa menjadi orang asing permisi untuk ke kamar kecil, tapi di lorong rumah laura ia menemukan piagam penghargaan atas nama liliana, nama yang terasa tak asing di telinganya tapi ia kemudian mengabaikannya lalu pergi. Yuna hendak mengajak erick makan di luar lalu, berpamitan pada laura, sebelum pergi erick sempat bertanya pada laura "apa piagam di lorong menuju toilet itu milik keluargamu" tanya erick.
"oh liliana itu nama ibuku yang tadi baru kita hadiri pemakamannya" jawab laura. Erick lalu menunjukan wajah berbeda, seolah tersenyum sinis dengan mata merah yang menandakan ia memiliki sedikit amarah.
Di sebuah restoran yuna mengucapkan terima kasih pada erick karena telah menolongnya tadi, ia kemudian pamit pergi tapi, kemudian yuna menghentikan langkahnya dan mengucapkan kalimat yang tidak terduga "ah iya, dan juga terima kasih telah menolongku saat kecelakaan bis dan mengantarku ke rumah sakit tuan erick". ucapnya lalu pergi. Erick terkejut karena yuna tahu ialah yang menolongnya saat itu, yuna yang sudah setengah sadar di bus dan pingsan saat di bawa ke rumah sakit entah darimana dia tahu wajah orang yang menolongnya, erick tersenyum senang, di hatinya ada perasaan bahagia yang berbeda dari biasanya, meski ia tahu hal ini masih tidak wajar untuk di rasakan pada seseorang yang baru ia kenal, tapi setelah itu ia lalu seolah tengah berpikir lalu bergumam "liliana".
"Takdir akan datang pada pemiliknya, ia hanya memerlukan waktu yang tepat. Setelah aku mencari sejauh ini akankah aku berhenti pada takdir yang mulai menghampiri, aku tidak peduli berapa lama lagi yang akan tersisa, kini akan ku temukan segalanya dan ku miliki segalanya. Cinta dari seorang gadis dan kenyataan dari seorang wanita" .
TO BE CONTINUE
#cerpenbaruamatir #maafkalaugaje
#ceritainihanyafiktif
#komentar,kritik,dan saran sangat di harapkan
#odop
Alfie
Coretan pena yang kompak dan mantap...Sukses terus ya, Oya... tambahkan titik dalam Kalimatnya biar yang baca bisa menghela barang sejenak... hehehe
BalasHapusBaik, akan saya perbaiki.
HapusTerima kasih koreksinya ^^
Wew... Tulisannya sudah bagus tinggal lbh show aja tulisannya. ☺
BalasHapusMakasih mbak, iya akan terus di perbaiki^^
Hapus