ERICK'S SAD ENDING CHAPTER 2 (ENDING)




ERICK'S SAD ENDING CHAPTER 2 (ENDING)



      Yuna berlari menuju ruang kelas di kampusnya, nafasnya tak teratur menandakan bahwa ia sudah terlambat untuk jadwa kelas nya hari itu, perlahan ia membuka pintu kelas dan mendapati dosen sudah memulai kelasnya, yuna yang tidak ingin ketahuan oleh dosennya berjalan perlahan masuk, tapi dosen seolah sudah mencium bau tubuh yuna yang sudah tidak aneh dengan kata terlambat.

“Kau, terlambat lagi yuna !” tegur dosen yang masih menulis sesuatu di papan tulis.
Yuna  yang terkejut karena aksinya ketahuan hanya bias cengengesan dan menunduk malu.
“ma, maaf pak tadi ma…” belum sempat yuna mengakhiri kalimatnya dosen sudah melanjutkannya dengan wajah kesal “macet di jalan? itulah alasanmu seminggu ini” ucap dosen itu, lalu menyuruh yuna memberikan tugas minggu lalu dan tentu saja belum ia kerjakan, sebelum sempat di jelaskan seorang pria masuk dan member salam pada dosen.
“Selamat pagi pak, saya mahasiswa baru dan ini kelas pertama saya.” Ucap pria itu. Seluruh mahasiswi di kelas itu begitu riuh melihat wajah mahasiswa itu.
Ini hari pertamamu dan kau sudah terlambat, hah! Kamu sama dengannya” ucap dosen itu seraya melirik yuna, “baiklah, pertama perkenalkan dulu dirimu, lalu carilah tempat duduk” kata dosen itu.

“baik pak, hallo semua, nama saya Erick Vanbergh, saya berasal dari jerman, umur 23 tahun, mohon kerjasamanya, terimakasih.” Ucap Erick seraya melihat yuna yang sama sekali tidak melihat ke arahnya.
Erick lalu berjalan kearah yuna dan meminta untuk duduk di dekatnya, yuna hanya mempersilahkan Erick tanpa menoleh, ia sibuk dengan laura, dan laura sibuk menatap kearah Erick.
Erick tidak mengerti kenapa yuna seolah tidak mengenalnya dan tidak mau tahu tentangnya, padahal ia membatalkan kepulangannya ke jerman dan masuk ke universitas yang sama hanya untuk berteman dengan yuna. Tapi Erick masih sangat senang bias bertemu dengan yuna setiap hari.

==========================================================================

 Setahun berlalu dengan cepat. Selama itu pula erick selalu berada di dekat yuna, seolah ia ingin selalu melindunginya, suatu hari yuna kembali terlambat masuk kelas dan erick memberikan alasan yang logis pada dosen hingga dosen tidak menegur yuna. Minggu berikutnya yuna yang sibuk dengan pacar barunya tidak sempat mengerjakan tugas esai dari dosen, Erick yang sengaja membuat dua tugas memberikan satu tugasnya pada yuna. Begitupun minggu berikutnya yuna tidak datang ke kampus karena sakit, sepulang dari kampus Erick bertanya pada laura dimana rumah yuna dan langsung datang ke rumahnya dan melihat yuna sedang menangis di kamarnya karena di khianati oleh pacarnya, Erick menyuruh yuna untuk bangun dan menunjukan tempat pacarnya itu, seketika Erick memukul pacar yuna yang berkhianat itu lalu mengajak yuna pergi, yuna hanya diam membeku lalu pergi, Erick mengejarnya untuk menghiburnya.
“Apa kau sudah tidak sedih lagi?” Tanya Erick.                                                                                                            
“Tidak, aku sama sekali tidak sedih, aku menangis karena pacarku berkhianat dengan temanku, bukan berarti aku sangat menyukainya, aku hanya kesal kenapa dia memilih temanku untuk berkhianat” ucap yuna. Erick yang mendengarnya hanya bias diam.

“Apakah kamu pernah jatuh cinta?” Tanya Erick.
hahaha apa? Cinta? Zaman sekarang apa masih ada cinta yang benar adanya? Kau naïf sekali” jawab yuna dengan sinis.
Apa kau tidak percaya cinta ? di negaraku cinta adalah hal yang paling di banggakan bagi sepasang kekasih saat mereka menikah” ucap Erick.
bukankah orang barat justru melakukan banyak hubungan tanpa cinta?” Tanya yuna.
“hmm, tidak semuanya seperti itu ada beberapa yang juga masih percaya cinta sejati, bahkan cinta pandangan pertama” ucap Erick. Yuna hanya berdecak lalu pergi
 “aku harus pulang,bye” kata yuna sambil melambaikan tangannya.

Minggu berikutnya Yuna sudah di antar dengan pacar baru lagi, namanya Derry, dia salah satu anak pendiri universitas ini, Erick hanya menghela nafas melihat gadis yang ia sukai kembali bermain cinta dengan laki-laki lain, tapi lagi-lagi ia hanya tersenyum melihat tawa yuna bersama Derry.
Laura melihat Erick dari jauh dan menghampirinya dengan gaya manja yang khas darinya,
“Erick, apa sore ini kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu nonton film terbaru” kata laura.
Erick tersenyum dan mengangguk 
“baiklah, tapi apa bias kau ajak yuna? Sepertinya dia baru memiliki pacar baru, bagaimana kalau kita minta dia mentraktir kita?” kata erick yang memang hanya ingin melihat yuna.
“oh ya? Gadis itu benar-benar ! bahkan dalam 3 bulan ini dia berganti pasangan sampai 4 kali !”
“yuna !! kau harus mentraktirku kali ini dengan siapa lagi?” teriak laura. Yuna hanya tersenyum dan mengiyakan permintaan laura.

    Beberapa hari kemudian Erick, Laura, Yuna, dan Derry pergi menonton bioskop, mereka duduk di kursi yang berdampingan, Erick yang sedari tadi hanya melihat kearah yuna seolah tengah merangkai ribuan kalimat dalam benaknya untuk di ungkapkan pada Yuna, tapi tak ada satupun yang berhasil keluar dari mulut Erick, dalam benaknya ia tidak cukup berani dan percaya diri untuk menyatakan perasaannya pada Yuna.
Sesaat sebelum film berakhir dalam kegelapan Erick melihat pemandangan yang sangat melukai hatinya yang di lakukan Yuna dan Derry, Laura yang hanya focus pada film tidak tahu apa-apa, Erick sontak memegang pundak Laura seolah mencari kekuatan padanya, ia mulai hilang kendali dan beranjak pergi, Yuna, Derry, dan Laura mengejarnya tapi Erick sudah pergi dengan taxi. Semuanya tidak tahu apa yang terjadi pada Erick.



     2 bulan kemudian Derry melamar Yuna dengan sebuah cincin berlian dan yuna langsung merimanya tanpa berpikir panjang, yuna tidak pernah merasakan cinta, ia hanya ingin hidup dengan baik bersama seseorang yang bisa menjamin kehidupannya dari jauh Erick melihat mereka berdua sambil tersenyum, matanya memerah menahan air mata, namun tidak ada yang bisa ia lakukan selain ikut bahagia untuk kebahagiaan orang yang dia sukai diam-diam, Erick tidak tahu bisa sejauh ini menyukai seseorang, ia bahkan tidak sanggup memulai ceritanya dengan yuna, tidak berani mengundang yuna untuk masuk dalam kehidupannya. Hanya dari jauh ia terus menjadi seseorang yang akan selalu ada untuk yuna.
      Tiba-tiba Erick jatuh pingsan dan beberapa saat kemudian ambulance membawanya ke rumah sakit, Laura yang mendengar kabar tersebut langsung member tahu Yuna,dan mereka langsung menuju ke rumah sakit, sampai disana mereka melihat Erick tak sadarkan diri dengan banyak alat rumah sakit di sekujur tubuhnya.
Dia.. dia kenapa dok?” Tanya Yuna yang mulai khawatir.
Dia sudah pada batasnya mbak” jawab dokter yang sama sekali tidak di mengerti oleh yuna dan Laura
Apa maksud pada batasnya?” Tanya Laura
“Dia itu terkena kanker darah stadium akhir, dan sekarang sudah merusak seluruh organ tubuhnya”. Jawab dokter yang seolah menjawab semua rasa penasaran yuna dan Laura.

    Yuna merasakan lututnya begitu lemas, badannya lunglai, ia lalu terduduk membeku, matanya mulai berkaca-kaca mengingat semua hal yang di lakukan Erick untuknya, nafasnya terasa tersangkut di tenggorokannya, dan mulai menyesakkan dadanya.
Tunggu ! perasaan apa ini? Kenapa hatiku sangat sakit, ada apa denganku?” gumam Yuna.
Laura menghampiri Erick dengan wajah sedih, Erick hanya tersenyum menenangkan
aku baik-baik saja laura, kau ingin mendengar sebuah rahasia?”
“rahasia ? apa?”
“sebenernya kau adalah adikku, dan liliana adalah ibuku juga”.
Sontak laura kaget mendengar perkataan Erick, Erick memberikan sebuah foto pada laura disana terlihat liliana yang menggendong seorang bayi, dan itu adalah Erick.
jadi benar bahwa aku memiliki saudara laki-laki dari ayah yang berbeda?”
“ibu kita pergi dari jerman dan kembali ke Indonesia sesaat setelah melahirkanku dan bercerai dengan ayahku”
Laura hanya mendengarkan dengan penuh seksama, dia merasa senang sekaligus bingung.
Tidak lama Erick meminta laura memanggil yuna, dan memintanya meninggalkan mereka berdua.

     Setelah yuna masuk Erick hanya menatapnya.
“Apa kau bahagia dengan hidupmu yuna?” Tanya Erick
“tentu saja Derry baru saja melamarku, aku tentu bahagia”
“kalau begitu baguslah, itu cukup”
“apa maksudmu?”
“aku ingin beristirahat jadi kau pulanglah”. Erick membalikkan badannya membelakangi yuna, matanya terpejam dan mengalirkan air mata kerinduan pada yuna tapi, ia tidak cukup berani untuk meminta yuna tinggal disisinya.

Yuna hendak melangkah pergi tapi sesaat sebelum yuna membuka pintu keluar, Erick bergumam lemah
 “ I love you”

#DEGHH  ….. 

     Waktu berlalu dengan cepat, tidak banyak yang mampu menghabiskannya dengan orang yang dicintai.
8 jam kemudian Yuna  mendengar kabar bahwa Erick sudah meninggal, yuna berlari menuju ruangan dimana Erick di rawat, namun disana ia hanya menemukan tempat tidur yang sudah rapih yuna bertanya pada perawat disana, dan mereka mengatakan bahwa Erick sudah di bawa pulang ayahnya ke jerman, dan juga laura ikut bersama mereka.

      Yuna merasa ada sesuatu yang menyesakkan dadanya. Hingga rasanya sangat sult untuk bernafas, ia goyah dan jatuh d lantai dengan air mata yang membanjiri matanya, ia merasa kehilangan seseorang yang selalu ada untuknya saat ia kesulitan, tapi ia bahkan belum pernah melakukan apapun untuk Erick, ia mulai merasa bersalah selalu mengacuhkan Erick, dan mulai merasakan dan mengingat hal-hal yang Erick korbankan untuknya, sesaat sebelum yuna meninggalkan rumah sakit, seorang perawat memberikan sepucuk surat dari pasien bernama Erick untuk yuna, yuna mengambilnya dan duduk di kursi taman rumah sakit, semilir angin menemaninya dan terus menampilkan kenangan demi kenangan tentang kebaikan Erick untuknya, ia menangis dan terus menangis.

“kau bilang kau mencintaiku? Tapi kemudian kau pergi meninggalkan diriku disini” gumam yuna yang membaca tulisan Erick di surat itu. Ia lalu pergi. Sore itu begitu sunyi, jalanan terasa kosong, angin semakin dingin ruang-ruang rumah sakit dan  kampus, semua menjadi kenangan bagi Erick yang tidak pernah tahu bahwa akhir hidupnya di penuhi kesedihan, kehilangan ibunya bahkan sebelum ia bertemu dengannya, menghembuskan nafas terakhirnya sendiri tanpa kehadiran ayahnya, dan kehilangan kesempatan untuk menyatakan cintanya pada gadis impiannya, sedingin itulah kepergian Erick dari dunia ini.

Tidak ada yang istimewa dalam hidupku sebelum aku bertemu denganmu, melihat senyummu, dan mengenal dirimu, bahkan saat mendengar kamu bahagia saja itu sudah cukup bagiku, Jika kau tersenyum, itu membahagiakanku
hanya jika kau bahagia, hidupku telah sempurna
tapi itu tidak pernah terjadi di hadapanku, tidak akan terjadi karena diriku
seberapa kuat keinginanku untuk melihatmu, kau tidak akan pernah menoleh.
Aku menyukaimu bahkan tanpa perlu kau ketahui, aku sangat menyukaimu
tapi rasa suka ini tidak cukup untuk sekedar melihatmu berlari ke arahku
tidak ada sebelumnya yang ingin kukatakan padamu, hanya dari jauh memperhatikanmu saja sudah cukup
Kau hanya melihat ke depan dan terus mencari
tanpa melihatku yang selalu di sisimu, yang selalu siap melindungimu
tapi kau lebih suka menghindar dan terus menjauh, terus menjauh
setelah bertahan dengan rasa sakit ini, mulai sekarang aku berhenti. Ini kukatakan agar kau bisa terus menjalani hidupmu tanpa harus merasa sedih dan bersalah setelah aku pergi, Aku tidak berharap  tanggapan, aku tidak memohon balasan
hatiku adalah milikku, perasaanku juga adalah milikku
ia mulai dengan sendirinya, dan akan berhenti dengan sendirinya, jadi yuna, hiduplah dengan bahagia dan berjanjilah kau akan selalu bahagia dan tidak terluka, aku yang mencintaimu dalam diam”.
Begitulah isi surat Erick, surat cinta pertama dan terakhir nya untuk satu-satunya gadis yang ia cintai.


THE END.


#Maaf kalau gak nyambung dan gaje
#Masih amatir
# Kritik dan saran sangat di harapkan
#Odop


Alfie

Komentar

  1. Kereen kak 👍 terharu banget bacanya ngena

    BalasHapus
  2. Idenya ok.
    Sedikit krisan ya.
    Penulisan nama harus diawali dengan huruf kapital, masih banyak yang di tulis pakai huruf kecil, masih ada sedikit typo, kalau menurut saya alur cerita terlalu cepat, dan kurang showing.

    Maaf ya.... Kalau kebanyakan krisan. Sama-sama belajar, saya pun masih terus belajar.

    BalasHapus
  3. rasanya terbawa dalam alur cerita..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNSUR-UNSUR PAGELARAN DRAMA

CARA MENYEMAI BENIH CABAI PAPRIKA DENGAN TEKNIK HIDROPONIK

HUJAN DIMALAM JUM'AT