JADI KARYAWAN ITU RIBET !
JADI KARYAWAN ITU RIBET !
Di Indonesia, orang berlomba-lomba mencapai
pendidikan tertinggi yang ia mampu. Lalu, setelah selesai dan mendapat ijazah
maupun gelar, mereka akan kembali bersaing untuk mendapatkan pekerjaan dengan
posisi terbaik. Begitulah seterusnya.
Dari sekian banyak orang, hanya beberapa
orang saja yang mampu berpikir sebaliknya. Bahwa yang ia butuhkan setelah
menimba ilmu bukanlah pekerjaan tapi uang. Hanya orang-orang tertentu yang
dapat memahami bahwa bekerja dengan mengandalkan ijazah tidak akan memberinya
uang tapi hanya memberinya rasa lelah yang tidak terbatas.
Kenapa jadi karyawan itu ribet ?
Bayangkan saja, untuk mulai melamar pekerjaan saja
kita harus menyiapkan banyak berkas. Dibawah ini saya cantumkan beberapa berkas
yang biasanya menjadi persyaratan untuk melamar pekerjaan disebuah perusahaan.
1. Fotokopi
E-ktp
2. Fotokopi
akta lahir
3. Fotokopi
kartu keluarga
4. Fotokopi
ijazah
5. Fotokopi
SKHUN
6. Fotokopi
AK-1
7. Fotokopi
SKCK
8. Surat
keterangan sehat dari dokter
9. Packlaring
(apabila memiliki pengalaman kerja)
10.
Pas foto ukuran 2x3, 3x4, 4x6
masing-masing 2 lembar
Demikian hanya beberapa persyaratan saja untuk
melamar pekerjaan. Begitu pun saat lamaran tersebut diterima, seseorang
tidaklah langsung masuk kedunia pekerjaan. Sebelumnya kita akan melewati
beberapa proses seperti interview, medical check up, dan masa training. Setelah
itu kita akan mulai dikenalkan pada bidang pekerjaan yang akan kita jalani
setiap hari. Pekerjaan yang sama terus-menerus setiap hari dengan target dan
waktu yang ditentukan dan kadang mendapat banyak tekanan dari atasan.
Belasan tahun waktu yang kita perlukan untuk menimba
ilmu seolah hangus dan terganti dengan satu pekerjaan yang belum tentu kita
minati dan fahami.
Belum banyak orang yang memahami bahwa sebenarnya
begitu banyak ilmu yang kita dapat disekolah atau perguruan tinggi yang jika
kita manfaatkan semaksimal mungkin maka, bisa saja menghasilkan uang tanpa kita
harus bersusah payah bersaing mendapat posisi sebagai bawahan oranglain.
Kebanyakan orang bersekolah tinggi hanya untuk
mendapat selembar pengakuan bahwa ia adalah lulusan sekolah tinggi dan dapat
dijadikan karyawan. Padahal dibalik itu, ilmu yang seharusnya sudah kita kuasai
semasa sekolah bisa saja membawa perubahan bagi oranglain jika kita mampu
mengelolanya dengan baik.
Jadi karyawan itu ribet !
Saat kita harus menunggu panggilan
kerja, saat kita harus bekerja dengan banyak tekanan, atau saat gaji tidak
sesuai dengan lelah dan peluh yang kita keluarkan siang dan malam.
Ada beberapa jalan yang bisa kita gunakan sebagai
alternatif selain menjadi karyawan untuk
menghasilkan uang.
1. Berwirausaha
2. Menciptakan
usaha
3. Memulai
usaha sendiri
4. Berbisnis
Setinggi apapun jabatan kita disebuah perusahaan
atau instansi tertentu. Kita tetaplah karyawan. Tapi, sekecil apapun usaha yang
kita miliki. Kita tetaplah bosnya.
Alfie

Komentar
Posting Komentar