KIDS JAMAN NOW
KIDS JAMAN NOW
Kelakuan so' gaul otaknya tumpul..
Itulah kalimat yang terlintas dipikiran saya, saat pertama kali melihat postingan seorang bocah SD yang berfose mesra dengan pacarnya. Bak orang dewasa, mereka tidak malu memamerkan pelukan atau ciuman kepada khalayak luas.
Kadang saya teringat, teriakan ibu dulu, saat diam-diam saya menambahkan mecin pada makanan supaya lebih gurih. “Jangan banyak makan mecin nanti bodoh dan tidak tahu malu kamu !”, teriakan itu seolah berdenging keras ditelinga saat melihat kelakuan anak-anak ini.
Apakah efek kebanyaka makan mecin?
Kurang didikan?
Kurang kasih sayang?
Saat anak jaman dulu sibuk menjadi generasi penerus bangsa, “Kids Jaman Now” ini malah sibuk merusak nama bangsa. Saya memiliki beberapa teman di Malaysia, Korea, dan Myanmar. Semuanya bertanya apa di Indonesia orang melarang seks bebas pada orang dewasa, tapi membiarkan anak-anak berpacaran dengan bebas? Dan saya baru tahu akhir-akhir ini bahwa yang mereka maksud adalah kenyataan miris ini.
Yang harus malu siapa?
Entah salah ibu mengandung?
Entah salah teknologi tak terbendung?
Atau memang generasi ini diciptakan Tuhan untuk menunjukan usia dunia yang hendak mencapai akhir ?
Think !
Usiamu itu usia emas, yang jika digunakan sebaik-baiknya untuk belajar, akan berbuah prestasi yang mengagumkan. Lalu, kalian pakai otak itu untuk berpacaran dan berperilaku memalukan. Jangan salahkan siapapun jika kalian tidak bisa mencapai masa depan yang cerah.
Kalian orang kaya dek ?. Silahkan habiskan uang orang tua kalian untuk pacaran dan hal yang sia-sia. Lalu, penyesalan hebatlah yang akan menanti kalian saat ajal memanggil kedua orangtua kalian.
Inget ya dek !
“Kids Jaman Now” yang baik itu, harusnya adalah anak-anak jaman sekarang yang otaknya canggih. Otaknya mampu menyaring dengan baik mana yg baik dan mana yg sampah !.
“Kids Jaman Now” hatinya harus kualitas level A yang saat menatap wajah kedua orangtuanya yg semakin tua dia tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yangg tidak berguna.
“Kids Jaman Now” harusnya lebih keras dalam manfaatkan teknologi. Hingga mereka cerdas dan mampu bersaing dengan jebolan luar negri.
“Kids Jaman Now” harusnya faham betul, dialah yang akan berdiri mempertahankan bangsa, negara, bahkan agama saat generasi tua telah tiada.
Alfie.



Komentar
Posting Komentar