Long Distance Relationship
Hembusan angin seolah enggan membiarkanku terlelap malam ini.
Begitu dingin...
Hingga sedikitpun hujan tak beranjak dari tempatku berdiam diri.
Semoga do'aku menghangatkanmu di sudut kota sana.
Sedetik menunggumu disini seperti seharian.
Berkali kulihat jam dan melakukan hal lain demi mengulur waktu.
Salahkah jika aku menanti orang yang belum tentu menjadi pemilik hati ini.
Berikan kenangan terindah untukku disaat kau akan pergi jauh.
Dari kenangan itulah aku akan selalu setia menunggumu.
Ribuan hari aku menunggumu.
Jutaan puisi tercipta untukmu.
Apakah kau akan membalas nya dengan sambutan hangat lengan dan bahumu, aku sungguh tidak berharap lebih.
Selain keyakinan bahwa mungkin saja aku yang kau butuhkan.
Seolah hidup dalam ilusi, tidak peduli seberapa besar keinginan ku untuk berjalan dijalan yang sama denganmu.
Setajam apa pecahan kaca yang ku injak, untuk menuju padamu aku masih saja menunggumu.
Tapi, untuk hal yang masih ku ingat yang mereka sebut dengan kenangan, untuk warna yang tidak bisa orang lain berikan, dan segala hal yang membuatku mengenal lebih jauh arti sebuah kesetiaan.
Aku akan menyimpannya untukku sendiri, jika saja aku dan kamu tidak akan pernah bisa menjadi kita.
Kembalilah dengan selamat, semua orang bangga padamu, dan menunggumu dengan penuh rasa kerinduan.
Hampir saja aku berlari menujumu, tapi kuatnya perasaanku saja tidak cukup untuk sekedar tersenyum padamu.
Hingga langkahku terhenti dengan sendirinya.
Kembali pada batas yang seharusnya kudiami.

Komentar
Posting Komentar