PAPAJAR









PAPAJAR


   Papajar adalah adat atau kebiasaan masyarakat Cianjur, Jawa Barat. Papajar memiliki arti dari dua kata yaitu mapag (sunda, artinya menjemput) dan fajar (sunda, artinya matahari pagi) dalam hal ini berarti menyambut hari baru. 

   Papajar merupakan kegiatan santap-menyantap makanan (botram) yang dilakukan ditempat wisata atau tempat tertentu bersama keluarga dan kerabat dekat. Papajar biasanya dilakukan saat hendak tiba bulan ramadhan. Biasanya Papajar diadakan seminggu sebelum awal puasa ramadhan. 

   Bagi rakyat Cianjur, papajar merupakan ajang silaturahim antar keluarga, kerabat, teman, atau tetangga yang akan mempererat hubungan kekeluargaan, dengan begitu setiap orang juga bisa saling memaafkan, dan bersiap memulai rangkaian aktifitas ibadah dibulan suci ramadhan, dengan hati bersih serta keharmonisan antara sesama pun dapat terjaga.
 
   Papajar juga bisa disertai dengan jiarah kubur ke makam-makam leluhur atau saudara yang sudah meninggal untuk mendoakan kebaikan bagi almarhum dialam kubur.

   Biasanya jauh sebelum papajar dilakukan, masyarakat sudah mempersiapkan segala kebutuhan seperti, menabung untuk keperluan transportasi, atau menyiapkan pakaian yang seragam, kemudian membagi tugas untuk membawa makanan berbeda agar setiap orang bisa saling mencicipi makanan yang lain. Sangat seru, bukan? Begitulah jiwa kekeluargaan yang tumbuh dan lekat pada masyarakat cianjur. Mereka tidak pandang bulu untuk berbagi.

   Dalam perkembangan zaman modern, sudah tidak asing lagi bagi kita semua saat orang-orang yang semakin berkurang dalam hal sosial. Dengan banyaknya teknologi kesenjangan sosial sudah tidak dapat terelakkan dan lebih banyak orang yang individualistis.

   Dari sinilah mengapa orang sunda, khususnya Cianjur memilih mempertahankan adat dan tradisi leluhur. Papajar merupakan salah satu cara supaya jiwa sosial dan keharmonisan antara sesama tetap terjalin dengan baik.

   Meskipun tidak sedikit yang sudah tidak lagi melakukan adat dan tradisi ini, sebagian besar yang lain bertahan untuk memeliharanya.

   Papajar menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Selain bisa menikmati liburan, mereka juga akan mengetahui rasanya hidup berdampingan dengan baik dengan orang lain, saling berbagi, dan bergotongroyong membangun keharmonisan suku adat, bangsa dan negara.



Alfie

Komentar

  1. Sprtny itu kebiasan org sunda ya.klw di saya istilahny ngaliwet

    BalasHapus
  2. ngaliwet itu makan bareng yg bisa dilakukan kapanpun, sedangkan papajar hanya dilakukan seminggu sebelum bulan ramadhan untuk menyambut bulan suci ramadhan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNSUR-UNSUR PAGELARAN DRAMA

CARA MENYEMAI BENIH CABAI PAPRIKA DENGAN TEKNIK HIDROPONIK

HUJAN DIMALAM JUM'AT