“Tidaaaak !,”nafasnya terengah-engah, keringat dingin membasahi sekujur tubuh gadis berumur duapuluh tahun itu, kedua tangannya berusaha mencari kacamata minus yang terletak di atas meja belajar, bersebelahan dengan tumpukan buku tua yang entah dari mana ia dapatkan. Rupanya ia masih disana, di ruang yang sama sejak terakhir kali ia menutup mata delapan jam lalu, kamar dilantai atas berukuran tiga kali empat meter dengan cat hijau tosca, gorden dan sprei berwarna biru membuat kamar itu benar-benar terlihat datar tak menarik, sama sekali tak ada gaya seni. Seseorang masuk kedalam kamar itu, kaki jenjang yang tampak sangat indah melangkah kearahnya. Suara mengganggu dari sandal jepit yang ia hentakan dengan centil ke lantai keramik, Membuat siapapun menyangka bahwa ia adalah seorang gadis muda. Ia membuka tirai dengan kasar, membuat matahari menerobos masuk kesetiap sudut kamar itu. “Lihatlah kamar nona...
MY SECRETS Sebelumnya Aku tidak pernah menulis tentang diriku sendiri. Namun, karena ini bagian dari tantangan dari komunitas yang ku ikuti, aku akan sedikit bercerita tentang sedikit rahasia tentangku dan pengalaman paling berkesan dalam hidupku. Rani Alfieyani, itulah nama yang diberikan oleh kedua orangtuaku untuk putri pertama mereka setelah beberapa kali di revisi. Rani Zainab, Rani Anggraeni, Rani Mukherjee pun sempat terlintas di pikiran ibuku karena sangat menyukai kecantikan artis bollywood itu. Tidak ada arti istimewa dari dua kata namaku itu mereka hanya menyingkat setiap awal kata dari namaku untuk bulan kelahiranku. Ra dari rani di ambil dari kata Rajab yang merupakan bulan lahirku. Al dari Alfieyani di ambil dari kata Alfatihah, yaitu surat pertama dari Alqur’an yang berarti anak pertama. Begitulah filosofinya, entah asli begitu atau mungkin sifat “tukang ngarang”ku ini memang turunan,hihihi. A...
SENJA ============================================================ Senja menghampiri jiwa yang sepi. Membawa kenangan, menari dalam lamunan. Hembusan angin menyejukan hati. Tak henti menampakan rangkaian angan. Waktu berbanding terbalik dengan usia. Sesal tak akan hadir diawal cerita. Raut wajah semakin menua. Namun hidup hanya terisi dengan dosa. Apalah aku ini, seorang biasa yang terhina. Tanpa DIA hanya akan binasa. Hancur lebur dalam neraka. Menderita sepanjang masa. Senja kian meredup, berganti gelapnya malam. Tersirat kisah tanpa hikmah. Terhimpit sulit, terpendam diam. Terbawa arus berkeluh kesah Hari berganti, waktu berlalu. Perih merintih, senang terngiang. Aku berhenti, Tubuh usang hanya mampu menunggu. Pagi berganti senja, malam berganti siang. Tersenyumlah nak, jangan khawatirkan si tua renta. Sambut jalan panjang yang hendak menerjang. Hadapi ribuan suka dan duka...
Komentar
Posting Komentar