THE CURIOUS BABY CHAPTER 2








"Ayah cepat turun ! Sudah waktunya sarapan !" Teriak Ibu dari meja makan.

Aku melihat ayah berpakaian rapi seperti biasanya. Setiap pagi aku, ibu dan ayah selalu sarapan bersama. Setelah itu ayah akan berangkat kerja.

"Ayah, kenapa kau tidak pernah membawaku ketempat kerja? Padahal ibu selalu membawaku kemanapun?" Tanyaku dengan jelas. Tapi seperti biasa, dia seperti tuli dan tidak mendengarkanku.

Bulan ini usiaku genap 8 bulan. Ayah dan ibu sering mengenalkanku pada kode-kode yang mereka pakai untuk berkomunikasi. Kode itu mereka sebut huruf, abjad, alphabet.

Aku dengan susah payah menghafalkan semua hurup itu satu persatu. Tapi, rupanya tidak sampai disitu. Setelah aku tau semua huruf itu, aku harus membuat sebuah kata, lalu kalimat.
Ini dunia menyeramkan yang pernah kusinggahi.

"Nah nak, ayok kita temui nenek dan kakek" kata ibu sembari menggendongku.

"Aku tidak mau menemui monster jelek yang kulitnya lembek dan tak bergigi itu" jawabku yang tidak mendapat respon sama sekali.

==================================

Ibu bingung kenapa anaknya tiba-tiba menangis setelah mendengarnya akan pergi ke rumah kakek dan nenek.

Ibu pikir bayinya itu mungkin haus dan langsung memberikan ASI padanya.

"Aku sudah kenyang bu !" Pekik bayi itu sambil berusaha menutup mulutnya.

Tapi ibu masih saja berusaha memberinya ASI. Beberapa saat kemudian ibu dan bayinya sampai di rumah kakek dan nenek. Mereka senang melihat cucu kesayangannya datang.

"Wah, cucuku semakin besar rupanya. Sini biar nenek mencubit pipi tembammu itu !" Ucap nenek.

"Tidak..tidak.. kekerasan macam apa ini !" Teriak bayi itu meronta.

"Cup cup.. mmuachh. Cucuku sayaang" kata kakek mencium bayi itu gemas.

"Beraninya kakek tua ini menciumku dengan mulut baunya !!! Huwaaa!!! Ibuuuuu!" Teriak bayi itu lalu menangis kencang.

Ibu lalu memeluk sang bayi dan menidurkannya di kasur kecil miliknya yang sengaja disimpan di rumah kakek untuk dia apabila berkunjung.

"Anak baik, tunggulah di sini. Ibu harus bicara dengan kakek dan nenekmu dulu ya" kata ibu lalu pergi.

Bayi itu diam dan melihat ibu berbincang-bincang dengan kakek dan neneknya.

==================================

Bahkan kakek dan nenekku bisa berkomunikasi dengan baik dengan ibu. Ini tidak adil ! . Apa aku harus mengorbankan kulit mulus dan kencangku ini dulu untuk dapat berkomunikasi dengan ibu?.

Aku melihat sekelilingku. Rumah ini terlihat tua seperti penghuninya. Banyak hiasan kayu aneh mirip jaman purba. Aku mengacungkan tangan dan kakiku berharap bisa merobohkan rumah aneh ini.

Tunggu dulu ! Kenapa perutku sakit? Wah rasanya ada yang keluar dari perutku. Uh ! Ini berbau aneh. Biasanya ibu melihat dan membersihkannya. Mana dia.

"Ibuuu !!!" Teriakku.

Lalu tanpa kuduga ibu datang menghampiriku dan menjawabku.

"Kenapa nak?" Jawabnya.

Waaah !! Hebat !!!. Aku  berhasil berbicara dengan ibu. Mungkin ini sudah waktunya aku bangkit dan memusnahkan jarak bahasa antara aku dan ibu.

Aku dan ibu berbincang-bincang dengan gembira. Ibu tersenyum dan mengerti perkataanku. Sungguh aku bahagia. Di sekitarku banyak bunga bertebaran seolah merayakan keberhasilanku yang sudah bisa berkomunikasi dengan ibu.

==================================

Ibu melihat bayinya tertidur lelap saat hendak pulang. Ia mengganti popok bayinya lalu pergi dari rumah kakek dan nenek.

Sepanjang perjalanan ibu melihat anaknya tersenyum dalam tidur lelapnya.

"Wah kau tersenyum sangat manis saat tidur. Apa mimpimu seindah itu?" Kata ibu seraya membelai bayinya.


Alfie

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNSUR-UNSUR PAGELARAN DRAMA

CARA MENYEMAI BENIH CABAI PAPRIKA DENGAN TEKNIK HIDROPONIK

HUJAN DIMALAM JUM'AT