SEBUAH MEMORI DALAM SELUAS INGATAN chapter 5 ending









THE HAPPY ENDING
                                           
   Setelah perpisahanku dengan kedua orang sahabatku, aku menjalani hari-hari dengan cukup bahagia, kembali berkumpul bersama keluargaku. Aku memutuskan untuk kembali mencari pekerjaan.

   Hari itu ada lowongan disebuah perusahaan yang memproduksi sepatu, aku langsung melamar pekerjaan kesana. Kondisiku tidak memungkinkan untuk pilih-pilih pekerjaan. Dan tanpa kuduga disana aku bertemu dengan seseorang yang sangat kukenal, Meli.

    Aku memeluk Meli erat. Bercerita tentang hal yang kulakukan setelah pulang dari Malaysia, begitu pun dengannya yang tak mau kalah berbagi cerita padaku.

    Setelah proses rekrutmen, beberapa bulan kemudian aku dan Meli bekerja ditempat yang sama, sedangkan Nur berbeda tempat dan sudah sangat sulit untuk bertemu dengannya.

    Dua bulan bekerja, kesehatanku mulai menurun hingga membuatku jatuh sakit. Aku akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan karena sudah tidak memungkinkan.

    Beberapa waktu kemudian. Aku, Meli, dan Nur berjanji akan bertemu disebuah tempat wisata. Saat itu aku sangat senang bisa kembali bertemu dengan mereka, menghabiskan seharian waktuku dengan kedua orang tergokil didunia seperti mereka.

“Alfie punya kejutan buat kalian” ujarku pada mereka.

“Apa?” Tanya Meli.

“Tadaaa..” ujarku sambil menunjukan jari manisku yang sudah diisi dengan sebuah cincin.

“Haah?” Meli dan Nur sama-sama terkejut.

“Jadi maksudnya teh Al mau..”

“Menikah? Hehe betuul” jawabku sambil tersenyum

“Kapan teh Al?” Tanya Nur.

“Masih rahasia, ini Al baru di khitbah” jawabku.

    Mereka ikut bahagia dengan kabar gembira yang kuceritakan.
Wisata kali itu pun berakhir dengan pelukan hangat.

    Seminggu kemudian aku menelepon Meli dan Nur dan kembali mengejutkan mereka bahwa pernikahanku akan di adakan seminggu lagi.

“Kalian mau kan jadi pendamping wanitanya?” Tanyaku penuh harap.

“Tentu saja kami mau, iya kan Nur?” kata Meli.

“Iya teh Al, kami pasti datang untuk jadi pendamping wanitanya” timpah Nur.

    Aku sangat bahagia mendengar jawaban mereka, aku rasa akan sangat sempurna saat pernikahanku dihadiri oleh orang-orang yang kusayangi.
Hari berganti hari, tepat tanggal 12 Desember 2016, aku melepaskan masa lajangku disaksikan oleh orangtua dan semua kawan baikku, termasuk Meli dan Nur. Mereka tampil cantik dengan kebaya pink saat menjadi pendampingku.

    Kami merasakan ketegangan yang sama saat menunggu akad nikah selesai diruang pengantin. Aku menggenggam erat tangan keduanya, mencari sedikit ketenangan ditengah perasaanku yang bercampur aduk.
Mereka memelukku, kami berpacu dalam haru. 

   Seolah tengah melepaskanku, mereka untuk yang terakhir kalinya kembali memelukku sesaat sebelum aku pergi kepelaminan dan bersanding dengan suamiku.
   
   Hari itu adalah hari paling bahagia dalam hidupku. Aku merasa tidak ada yang kurang dan semuanya sangat sempurna.

   Dua hari setelah pernikahan, aku pindah kerumah suamiku, Meli kembali bekerja, begitupun dengan Nur.

   Tidak ada yang begitu menarik dari secuil kisahku dengan Meli dan Nur. Tapi bagiku kisah ini akan selalu memiliki tempat tersendiri dalam ingatanku, yang tak akan pernah lekang oleh waktu.

    Begitu aku sendiri, aku akan selalu mengenang hari-hari indahku bersama mereka. 

   Banyak foto mereka yang kusimpan dalam memori handphoneku. Tapi semua kisah tentang persahabatan kami hanya kusimpan dalam memori ingatanku.
   
   Sebuah memori dalam seluas ingatan. Diantara banyak ingatan lain yang sama berharganya, mereka menjadi golongan ingatan yang selalu terkenang.



The End.













Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNSUR-UNSUR PAGELARAN DRAMA

CARA MENYEMAI BENIH CABAI PAPRIKA DENGAN TEKNIK HIDROPONIK

HUJAN DIMALAM JUM'AT